Lima Manfaat Mainan Edukatif untuk Anak

Salah satu benda yang dapat berpengaruh terhadap proses stimulasi perkembangan anak adalah mainan. Stimulasi yang paling besar yaitu pada perkembangan fisik, kognitif (kemampuan berfikir), psikososial serta keberanian. Tentu saja bukan sekedar mainan yang Anda berikan kepada si buah hati melainkan mainan yang memiliki edukasi atau mainan edukatif.

Mainan edukatif ternyata cukup penting dalam tahap awal pembelajaran bagi mereka untuk cerdas dalam merespon setiap kejadian di sekitar, seperti dari apa yang di dengar, dirasakan maupun dilihat.

Menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si. Beliau adalah pakar play therapist sekaligus seorang psikolog anak pada fakultas psikologi UI Yogyakarta. berikut Lima Manfaat Mainan Edukatif untuk Anak:

Melatih kemampuan motorik
Mainan edukatif dapat merangsang sistem motorik halus dan kasar bagi si anak. Motorik halus ini didapat ketika ia mengambil mainan, memegang dengan kelima jari yang dimilikinya. Sedangkan rangsangan dari motorik kasar diperoleh ketika ia dapat menggerakkan, mengangkat maupun melempat mainannya.

Melatih konsentrasi
Mainan edukatif memang dibuat untuk dapat melatih konsentrasi anak saat menggunakannya. Seperti misalnya ketika anak bermain puzzle, maka konsentrasi dan pandangannya di tuntut untuk dapat fokus, sehingga ia dapat menyusun puzzle tersabbeltoys Alat Permainan Edukatif, Mainan Kayu Edukatif Aman & Berkualitas SNIebut secara benar. Pada tahap ini, secara tidak sadar seorang anak sebenarnya sedang belajar konsentrasi.

Melatih wawasan
Mainan edukatif lebih optimal ketika diikuti dengan penutusan secara lisan oleh guru ataupun orang tua yang mendampinginya. Disinilah seorang anak akan memperoleh masukan pengetahuan dari kosa kata dan kemampuan bagaimana dia berucap dari hal-hal yang diketahuinya.

Mengenalkan wawasan bentuk
Hal ini sudah pasti, karena mainan edukatif salah satunya berfungsi untuk mengenalkan anak pada berbagai macam bentuk dan warna.

Mengenalkan konsep sebab akibat
Pada tahap ini, seperti contohnya misalkan ketika anak sedang memasukkan benda kecil ke dalam benda yang lebih besar, maka secara tidak langsung anak sedang mempelajari bahwa benda yang ukurannya lebih kecil dapat masuk ke ruang yang lebih besar. Hal itu merupakan proses sederhana bagaimana orang tua mengajarkan si kecil tentang konsep sebab akibat. Demikian lima manfaat mainan edukatif untuk anak

Baca juga: Jenis Mainan Anak 1 Tahun yang Bagus Untuk Perkembangan Anak

Oleh sebab itu, bagi orang tua maupun guru jangan tunggu lagi untuk segera mempersiapkan mainan edukatif bagi anak maupun putrinya. Abbeltoys grosir mainan kayu edukatif adalah salah satu alternatif Anda untuk mencari mainan yang sesuai untuk buah hati Anda yang bernilai edukatif

Meskipun mainan edukatif memiliki banyak jenisnya, disarankan lebih baik memilih mainan edukatif yang terbuat dari kayu karena lebih aman digunakan oleh anak.

Inilah Jenis Mainan Anak 1 Tahun yang Bagus Untuk Perkembangan Anak

Sebagai orang tua, memilih jenis mainan anak 1 tahun terkadang diperlukan diperlukan pemahaman yang baik. Karena di usia ini anak membutuhkan stimulus dari luar dalam membantu perkembangan motorik dan sensorik si anak.

Di usia 1 tahun, seorang anak sudah mulai aktif dalam mengenal barang di sekitarnya. Dengan menyediakan dan menemani si kecil dalam bermain dengan jenis permainan yang tepat, dapat mengoptimalkan perkembangan fisik maupun mental secara baik. Olehkarena itu mari kita menyimak ulasan tentang jenis mainan yang baik bagi perkembangan anak 1 tahun.

Jenis permainan yang dibutuhkan anak di usia 1 tahun adalah mainan yang dapat meningkatkan stimulus perkembangan anak. Sebetulnya tidak susah ditemui, karena sangat banyak kita jumpai di sekitar kita.

– Ciluk ba!

Inilah Jenis Mainan Anak 1 Tahun yang Bagus Untuk Perkembangan Anak Abbeltoys

foto: http://astaga.co

Bagi orang indonesia, ciluk ba adalah hal yang tidak asing, dan seringkali dilakuka oleh orang tua untuk menarik perhatian seorang anak, dengan cara menutup wajah dengan kedua tangan, kemudian si anak akan memperhatikan kita. Saat anak sudah mulai fokus pada kita maka kita singkirkan kedua tangan dari wajah yang membuat kaget sang anak.

Hal ini terbukti ampuh dalam menarik perhatian anak, permainan ini pun sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan keterampilan dan biaya dalam melakukannya. Permainan ini dapat merangsang si buah hati untuk berinteraksi dan mengenali anggota keluarganya.

Mencari mainan kayu edukatif untuk anak belajar mengaji dan membaca. Klik di sini

– Bermain musik

Inilah Jenis Mainan Anak 1 Tahun yang Bagus Untuk Perkembangan Anak Abbeltoys

foto: https://id.aliexpress.com

Maksudnya yaitu memberikan CD atau DVD yang berisi nyanyian dan musik anak-anak yang banyak dijual di pasaran. Dengan begitu anda dapat menemani sang buah hati untuk menirukan gerakannya dari tv atau mengikuti bernyanyi meskipun pengucapan anak masih belum sempurna.

– Bermain sambil berolahraga

Inilah Jenis Mainan Anak 1 Tahun yang Bagus Untuk Perkembangan Anak Abbeltoys

foto: http://www.babymalaysia.com

Anak usia 1 tahun sangat amat suka dengan aktivitas yang dilakukannya di luar rumah seperti di taman atau di halaman rumah. Ini disebabkan rasa ingin tahu seorang anak yang sangat tinggi akan hal baru di sekitarnya. Rasa ingin tahu ini dapat menyebabkan anak sering mengulurkan tangan guna meraih benda-benda di sekitarnya.

Setelah anak ikut Tes IQ, lalu?

Uji kecerdasan yang kita kenal sela ini adalah uji kecerdasan yang berawal dari hasil kerja AlfredBinet. Binet, seorang psikolog Prancis, pada 1904 diminta oleh pemerintahan kota di Paris untuk merancang suatu alat uji yang digunakan untuk memprediksi kemungkinan anak untuk berhasil atau gagal di sekolah. Setelah anak ikut Tes IQ, lalu?

http://abbeltoys.com/harga/

sumber foto: http://www.free-iqtest.net/

Tes IQ ini kemudian dikembangkan dan digunakan sebagai alat uji merekrut tentara amerika saat perang dunia pertama.

Tes IQ yang selama ini diagung-agungkan masyarakat pada umumnya memang dapat memprediksi kemungkinan unjuk kerja atau prestasi seorang murid dalam lingkup sekolah formal tetapi tidak bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan seseorang dalam hidupnya, setelah ia menyelesaikan pendidikan di sekolah formal. Namun setelah itu, anak lalu harus bagaimana?

Dalam teori Multiple Intelligence terdapat delapan jenis kecerdasan yaitu:

1. Linguistik: kemampuan dalam bidang bahasa

2. Matematika dan logika: suka ketepatan dan menyukai berfikir abstrak dan terstruktur.
3. Visual dan spasial: berfikir dengan menggunakan gambar, termasuk gambaran mental, cakap bekerja dengan peta, grafik dan diagram, menggun

Setelah anak ikut Tes IQ, lalu?

Sumber Foto: http://www.agr-city.ru/ru/social_biz/katalog_socbiz

akan gerakan untuk membantu pembelajaran
4. Musik: sensitif terhadap mood dan emosi, menyukai dan mengerti musik.
5. Interpersonal: mudah bergaul, mediator, pintar berkomunikasi.
6. Intrapersonal: mengerti perasaan sendiri, dapat memotivasi diri sendiri, mengerti siapa dirinya, mengerti dan sangat memperhatikan nilai dan etika hidup.
7. Kinestetik: kemampuan pengendalian fisik yang sangat baik, ahli dalam pekerjaan tangan, suka menyentuh dan memanipulasi objek.
8. Naturalis: mencintai lingkungan/alam, mampu menggolongkan obyek, mengenali, berinteraksi dengan hewan dan tanaman.

Mau Alat Permainan Edukatif di bawah Rp. 100.000, cek di sini

Hasil penelitian oleh para pakar accelerated learning dan metode pembelajaran modern menunjukkan bila semua kecerdasan ini ditumbuhkan, dikembangkan dan dilibatkan dalam proses pembelajaran, maka akan sangat meningkatkan efektivitas dan hasil pembelajaran.

Jadi, jenis kecerdasan apakah yang dimiliki anak anda? Setelah anak ikut Tes IQ, lalu? Hal ini penting yang perlu dipahami oleh para orang tua, untuk dapat memastikan proses pembelajaran dan pengembangan apa yang selanjutnya dibutuhkan oleh si anak. Buka proses pembelajaran yang dilakukan dengan memaksakan si anak, karena hal tersebut dapat berdampak pada tidak maksimalnya ilmu yang diserap oleh anak.

Inilah 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahli

Inilah 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahli. Cara belajar atau gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir,memproses dan mengerti suatu informasi. Misalnya, jika anda ingin mempelajari mengenai tanaman, apakah anda lebih suka nonton video soal tanaman, mendengarkan cermah, membaca buku ataukah anda bekerja langsung di perkebunan atau mengunjungi kebun raya? Lalu, apa saja 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahli? inilah caranya

Inilah 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahli

www.websitependidikan.com

Hasil riset menunjukkan bahwa anak yang belajar dengan menggunakan gaya belajar mereka yang dominan, saat mengerjakan tes, akan mencapai nilai yang jauh jauh lebih tinggi dibandingkan bila mereka belajar dengan cara yang tidak sejalan dengan gaya belajar mereka.

Sejak awal 1997, telah banyak upaya yang dilakukan untuk memasukkan informasi ke dalam otak. Secara garis besar, inilah 7 pendekatan yang umum dikenal dengan kerangka referensi yang berbeda, dan dikembangkan juga oleh cara belajar anak menurut para ahli yang berbeda dengan variasinya masing-masing

1. Pendekatan berdasarkan pada pemrosesan informasi; menentukan cara yang berbeda dalam memandang dan memproses informasi yang baru. Pendekatan ini dikembangkan oleh Kagan, Kolb, Honey & Mumford, Gregorc, Butler, McCarthInilah 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahliy.

2. Pendekatan berdasarkan pada kepribadian: menentukan tipe karakter yang berbeda.Pendekatan ini dikembangkan oleh Myer-Briggs, Lawrence, Keirsey & Bates, Simon & Byram,Singer-Moomis, Grey-Wheelright, Holland, Geering.

3. Pendekatan berdasarkan pada modalitas sensori; menetukan tingkat ketergantungan terhadap indera tertentu. Pendekatan ini dikebangkan oleh Bandler & Grinder, Messick.

4. Pendekatan berdasarkan pada lingkungan; menentukan respons yang berbeda terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan instruksional. Pendekatan ini dikembangkan oleh Witkin, Eison, Canfield.

Pilihan Mainan Kayu Edukatif Favorit untuk Anak Belajar Mengaji dan Membaca

5. Pendekatan berdasarkan pada interaksi sosial; menentukan cara yang berbeda dalam berhubungan dengan orang lain. Pendekatan ini dikembangkan oleh Grasha-Reichman, PerInilah 7 Cara Belajar Anak Menurut Para Ahliry, Mann, Furmann-Jacobs, Merrill.

6. Pendekatan berdasarkan pada kecerdasan; menentukan bakat yang berbeda. Pendekatan ini dikembangkan oleh Gardner, Handy.

7. Pendekatan berdasarkan pada wilayah otak; menentukan dominasi relatif dari berbagai bagian otak, misalnya otak kiri dan otak kanan. Pendekatan ini dikembangkan oleh Sperry, Bogen, edwards, Hermann.

Inilah 7 cara belajar anak menurut para ahli yang dapat anda ketahui, tentu saja mana yang paling sesuai dengan anak anda tergantung pada kemauan si anak. Cobalah untuk mengetahui cara belajar apa yang paling disukai si anak, untuk dapat meningkatkan prestasi anak secara optimal.

 

Ciri-ciri Mainan Edukatif

Kebanyakan orang menganggap sebuah mainan yang diperuntukkan kepada anaknya hanya sebatas alat untuk bermain, namun sekarang sudah banyak mainan yang dirancang dan didesain untuk bisa memberikan nilai lebih bagi si anak. Sebagai contohnya yaitu mainan kayu edukatif yang dijual di Abbeltoys.com ini.

Tidak hanya di Abbeltoys.com anda bisa mendapatkan mainan edukasi bagi anak anda, di luar pun sudah banyak yang menjual mainan dengan tagline “mainan edukasi”.Namun, tidak ada salahnya anda tahu ciri-ciri mainan edukatif. Apa saja ciri mainan edukatif?

 

Bukan suatu hal yang aneh jika setiap anak membutuhkan mainan karena merupakan hiburan yang menyenangkan untuk si anak, sebagai orangtua tentu ingin memberikan kesenangan bagi si buah hati dengan membelikan mainan yang disukai anak.

Lebih baiknya lagi jika kita sebagai orang tua pandai dalam memilih dan memberikan mainan bagi si anak, terutama mainan yang memiliki nilai edukatif. Ciri utama mainan edukatif adalah mainan yang memiliki sifat mendidik, karena arti edukatif menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat mendidik atau berkenaan dengan pendidikan.

baca juga
Mau Tau Cara Mendidik Anak Agar Mandiri?
2 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita dengan Cepat

Menurut Badru Zaman, dkk (2007: 63) alat permainan bisa dikategorikan sebagai alat permainan edukatif untuk anak apabila memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ditunjukkan untuk anak
Mainan edukatif yang diperuntukkan untuk anak harus disesuaikan dalam segi bentuk dan fungsi yang memang untuk anak-anak.
2. Berfungsi untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak.
Mainan edukasi harus bisa mengembangkan kecerdasan anak, motorik anak, keterampilan anak, mampu mengembangkan pengkoordinasian antara bagian tubuh anak, dapat melatih pengenalan warna, bentuk dan area, mampu melatih tingkat kreatifitas dan lain-lain.
3. Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk serta bermacam tujuan dari aspek pengembangan dan manfaat multiguna.

Ciri lain dari mainan edukatif adalah memiliki multifungsi, ada manfaat lain yang diperoleh dan bukan hanya sekedar bermain. Mainan edukatif juga harus mudah dimainkan anak, dengan cara si anak.

2 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita dengan Cepat

Bisakah kita meningkatkan kecerdasan anak balita dengan cepat? Jawabannya adalah BISA.

Dari hasil penelitian, bagian terpenting dalam tubuh manusia yaitu OTAK akan tumbuh sangat pesat saat awal kehidupan, kecepatannya bisa mencapai 70-80% di 3 tahun pertama. Bisa anda bayangkan! Otak yang amat penting ini ternyata ditentukan pada awal kehidupan kita.

Artinya, apabila anda menginginkan kondisi anak anda tumbuh dengan kondisi yang TERBAIK, anda wajib menginvestasikan waktu serta apapun di 3 tahun awal bagi si anak.

Apabila anda mengabaikan rentan waktu 3 tahun tersebut maka anak anda sudah dipastikan tidak dapat berkembang secara maksimal, bukan tidak berkembang hanya saja tingkat perkembaAbbeltoys.com Jual Mainan Kayu Edukatif Murah Berkualitas SNI, Welcome Reseller Alat Permainan Edukatifngannya yang tidak dapat maksimal. Sehingga anak akan tumbuh biasa-biasa saja.

 

Untuk itu, hal apa sajakah yang harus dilakukan?

Dalam sebuah buku dari Jepang berjudul “Anak cerdas dengan IQ 200 ditentukan oleh Ibunya”, dalam buku tersebut dijelaskan dari hasil interview dengan banyak para ibu, kesimpulannya mereka mampu mendidik anaknya menjadi sangat cerdas sekali pada 3 tahun pertama. Itulah yang menentukan kecerdasan anaknya.

Lalu apa sajakah tips yang perlu dilakukan oleh ibu kepada anaknya?

Pertama, seorang ibu perlu memberikan waktu 1 jam khusus setiap harinya untuk berinteraksi dengan anaknya secara efektif untuk perkembangan kecerdasannya, kegiatan tersebut tidak boleh diganggu oleh kegiatan lain.

abbeltoys Alat Permainan Edukatif, Mainan Kayu Edukatif Aman & Berkualitas SNI

Kedua, Bagi orang tua yang bekerja, anda pelu memonitor dan melakukan pengarahan yang benar kepada Baby Sitter atau siapapun yang mengasuh anak anda, tentang aktivitas atau kegiatan yang perlu dilakukan selama anak berada di rumah.

Jika perlu, buatlah daftar kegiatan anak secara jelas, sehingga Babysitter dapat mengetahui apa yang harus dilakukan setiap harinya. Kegiatan yang dilakukan tentu yang mampu memberikan stimulus pada proses perkembangan kecerdasan anak, baik intelektual, emosi maupun fisik dan sosialnya.

Yang perlu dihindari, jangan sampai Babysitter hanya menjaga anak anda saja tanpa memberikan dan melakukan stimulus yang diperlukan oleh anak anda. Anak anda akan kasihan jika itu sampai terjadi, jika pada masa-masa yang membutuhkan stimulus namun anak anda tidak memperolehnya.

Stimulus yang bisa diberikan salah satunya yaitu dengan memberikan mainan yang memiliki nilai edukasi seperti mainan kayu edukatif. Tidak ada salahnya jika kita sebagai orang tua berinvestasi lebih untuk kecerdasan si anak. Sebelum masa 3 tahun pertama terlewatkan percuma.